- Author's P.O.V -
Sinar sang mentari mengawali peradaban hari ini. (Namamu) pun terbangun. Setidaknya, keadaannya sudah lebih baik daripada kemarin. (Namamu) memutuskan untuk tidak bekerja hari ini, daripada harus menahan sakit pada perutnya yang amat sangat.
Ia pun meraih handphone-nya. Ia menerima 1 buah pesan,
From : Germo
(Namamu) kamu harus kerja sekarang! Ada tawaran tinggi!
Lelaki ini berani membayarmu 15 Juta, cepat! Aku tak ingin membuatnya menunggu.
"Kerja lagi?" gumamnya
(Namamu) pun menjadi bingung. Ia mondar-mandir didepan cermin seraya memegang perutnya yang baru saja seperti di tusuk ribuan jarum kemarin.
"Aku gak mau sakit aku tambah parah." lirihnya
"Tapi, aku juga takut harus kayak kemarin."
Akhirnya, (namamu) memutuskan untuk memenuhi permintaan Germo-nya
- Rob's P.O.V -
"Pak, kok lama, sih? Saya keburu nggak ada waktu lagi!" omelku
Aku sedang berada disebuah tempat remang-remang. Sebenarnya, aku datang kemari bukan untuk benar-benar bermain bersama wanita disini. Gila saja.
Aku kesini hanya untuk mencari wanita kemarin yang aku temui di diskotik.
"Semoga yang aku tunggu memang wanita itu" harapku
"Pak, maaf saya telat," ujar seorang wanita
Nah! Akhirnya, aku benar-benar bertemu dengan wanita ini. Ia merasa sangat terkejut sepertinya.
Dan aku segera menarik dirinya menuju ke kamar nomor 02.
- Your P.O.V -
"Kenapa bisa... Lelaki ini...??" aku masih heran, kenapa lelaki ini memiliki hasrat yang begitu tinggi. Mengingat kemarin, dia baru saja melindungiku
Ia pun menutup pintu kamar dan segera memojokkanku di sudut dinding. Jujur, aku merasa sangat ketakutan. Aku takut, ia akan membunuhku.. Atau melakukan sesuatu yang jahat diluar profesiku
"Jangan curiga dulu," bisiknya
"Tatap aku!" ujarnya
Aku menatapnya. Matanya begitu indah, seperti sepasang mata intan.
"Aku hanya memintamu 1 hal..." ucapnya
"A... apa?" tanyaku
"Temani aku. Aku tidak ingin bermain denganmu. Aku, hanya ingin bercerita banyak tentang kehidupanku" ujarnya
"Ta... Tapi, kau sudah membayarku mahal hanya untuk aku mendengarkan ceritamu? Apakah itu tidak sayang?" aku menjadi tambah heran. Sepertinya, dia sedang gila-_-
Aku pun mulai mendengarkan ceritanya. Dan aku memberikan beberapa motivasi untuknya.
Hei, dia tidak seperti yang ku bayangkan. Dia menyenangkan! Dia seru!
"Namaku Robert Pattinson. Panggil aku Rob atau mungkin.... Spunk Ransom." ucapnya seraya tersenyum
"Spunk Ransom? Namamu Robert Pattinson itu lebih bagus daripada nama aneh itu" ucapku seraya tertawa kecil
"Hei, aku malah beropini kalau 'Robert Pattinson' itu lebih aneh daripada Spunk Ransom" dia konyol
"Kau ini... Aneh. Tapi, menyenangkan" aku tertawa bersamanya. Melewati malam pertama yang sangat indah bersama sang malaikat ini. Tuhan memang sudah mengirimkan malaikatnya untuk menghiasi hari-hariku
- Author's P.O.V -
Dan (namamu) pun tertidur disamping Rob yang sedang bercerita banyak. Rob pun menatapnya seraya tersenyum.
Akhirnya Rob mengangkat tubuh (namamu) ke kasur dengan pelan. Lalu menyelimutinya.
"Good night" Rob pun mencium kening sang wanita yang baru di kenalnya itu
"Cantik." Rob membisikkan kata itu ke telinga (namamu). Dan ia pun membaringkan tubuhnya di sofa.
- Bersambung
With Love from Author Kece,
Vera
Tidak ada komentar:
Posting Komentar