- Author's P.O.V -
Seperti yang di katakan sebelumnya, Rob adalah anak yang lahir dengan keadaan berkecukupan, namun, kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Setiap kali ia jenuh, ia pasti pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Ya, dia pergi ke diskotik.
Ia tak peduli peraturan, ia memarkirkan kendaraan roda duanya itu di sembarang tempat. Dan ia bergegas menuju ke diskotik itu. Bersiap menekan depresinya dengan meminum berbotol-botol(?) wine.
"Rob! Kemana saja kamu?" baru saja datang, Jack, temannya, langsung menghampiri. Tak hanya di hampiri oleh Jack. Beberapa 'b*tch' pun menghampiri Rob dengan gaya pesolek dan genit menciumi pipi Rob serta membelainya x_x. Namun, Rob tetap menutup rapat mulutnya. Ia tak ingin mengeluarkan sepatah kata pun.
"Ayo, bang(?), kita main..." ajak salah satu b*tch itu
"I don't have many time to spend it with u" walaupun Rob sering ke diskotik dan mabuk, ia tak pernah mau melayani permintaan b*tch itu. Ia sadar, itu berbahaya bagi fisik dan psikisnya *puitis bingit._.*
- Rob's P.O.V -
"So STUPID B*TCH!!!" bentak salah satu germo berkepala kinclong(?) dan bertampang sangar itu
Perhatian seluruh pengunjung(?) termasuk aku pun tertuju pada bentakan seorang germo galak yang sedang memarahi seorang perempuan cantik berpakaian biru ketat itu
Apa yang terjadi dengan wanita secantik dia? Aku menjadi penasaran. Wanita itu pun menangis. Dan kalian harus tahu, aku paling tidak tega melihat wanita menjatuhkan satu tetes pun air matanya
'Plaaakkkkk!!!!'
Sungguh, ini membuat hatiku tergerak untuk membela wanita itu. Dan, 'Buugg!' aku menghajar sang germo kurangajar itu.
"Jangan kasar terhadap perempuan! Atau kau tidak akan bisa membuka matamu lagi esok!" ancamku
- Your P.O.V -
Pada menit-menit penderitaanku, datanglah sosok malaikat sempurna membelaku
Aku seperti bermimpi. Mimpi yang kenyataan. Ada sosok lelaki yang mau membelaku seperti itu. Orang awam saja tak ada yang berani melawan germo-ku itu.
Dia menghampiriku yang terjatuh ini. Dan dia mendekati wajahku,
"Ada yang luka?" bisiknya dengan lembut. Suaranya benar-benar lembut, seperti kain sutra
Aku menggeleng
"Fisikmu memang tidak terluka. Tapi, aku tau kondisi psikismu saat ini." setelah bicara seperti itu, ia pergi entah kemana
Aku menunduk. Air mataku kembali mengalir dengan deras.
"Kakak, aku yakin kau telah bicara kepada Tuhan tentang segala penderitaanku. Dan, akhirnya Tuhan mengutus malaikatnya untukku."
- Author's P.O.V -
"Rob!" sapa Javelyn yang bangkit dari kursi ruang tamu
Rob tidak suka basa-basi. Dia pun mengacuhkan panggilan dari Javelyn
"Rob, dia ini calon isterimu, ayo sini. Duduk dan berbincang dengan kami" bujuk sang Ibunda Rob
Rob menatap mereka (Ibundanya, Javelyn dan orang tuanya) sekilas seraya mengepalkan tangannya. Ia benar-benar ingin sekali membunuh mereka semua *Gila-_-*
Rob mencoba 'Calm Down', ia memutuskan untuk pergi menuju kamarnya. Namanya juga orang emosi, ia pun menutup pintu kerajaannya itu dengan keras. Untung pintunya kuat, jadi gak jebol deh(?)
"Maaf ya, nyonya, tuan, Rob memang begitu. Mungkin dia kelelahan semalam tidak pulang" ucap sang Ibunda
"Javelyn, maaf ya. Mungkin dia masih malu untuk bertatap wajah dengan gadis secantik kamu" pujinya lagi
Padahal, Rob memang pada dasarnya tidak sudi untuk kenal dengan keluarga Javelyn.
- Your P.O.V -
"(Namamu), kamu tidak apa-apa, kan? Aku dengar kamu habis di marahi germo itu ya?" tanya Ashley, teman satu kontrakanku dengan panik. Ashley memang panikan-_-
"It just my fault" ujarku
"Tapi, wajahmu pucat. Aku antar kamu ke Rumah Sakit, ya?" tawar Ashley
"Ini hanya pucat karena kelelahan. Kau kan tahu pekerjaanku ini seperti apa. Aku ingin tidur saja" dan dengan langkah lemah, aku menuju ke kasurku
"Aww.." tiba-tiba perutku terasa sakit. Seperti di tusuk ribuan jarum. Ini wajar, aku harus terbiasa
*Bersambung*
Sincerly
Author Kece,
Vera
Tidak ada komentar:
Posting Komentar