enjoy!

Rabu, 06 Maret 2013

I'm not ordinary? (part 1)

Aku terbangun pagi ini. Merasa lesu, malas dan sangat mengantuk. Tapi setidaknya aku bersyukur masih bisa bangun. Aku berpaling melihat jam, masih jam 6 pagi. Tapi aku teringat akan tugas sekolah yang lupa tidak kukerjakan. Aku cepat cepat membasuh muka dan memandangi wajahku di cermin. Tampak berantakan. Aku adalah Anna Sophia. Namaku mungkin cantik, tapi aku tidak. Biar aku beri deskripsi tentang diriku sedikit saja. Tubuhku kurus sekali, seperti orang tidak sehat, bukan seksi seperti teman teman kampusku, rambutku berwarna pirang, pirang kusam, bukan pirang emas seperti artis artis di tv, gigiku cukup rapi, tapi aku dipaksa menggunakan behel jelek ini, mataku berwarna hijau, tapi warnanya hampir keabu abuan. Aneh menurutku. Yah, itulah aku. Mungkin kamu bisa simpulkan bahwa aku jelek. Dan ya, itu memang benar. Aku masih single single saja. Aku rasa memang tidak mungkin ada anak laki laki yg mau jadi pasanganku, bahkan anak anak laki itu tidak pernah sekedar menoleh padaku. Ya, itulah sekilas deskripsi tentangku.
Setelah puas bercermin aku segera mengambil buku, kertas dan pensil. Aku mulai mengerjakan tugas matematikaku. Yah, mungkin aku bukan si jenius mat, tapi aku cukup jago di pelajaran ini. Tanganku dengan lincah menelusuri kertas tugas dan dalam hitungan menit tugas ku sudah selesai. Wow, itu tadi cepat. Lalu aku segera mengemasi pelajaranku hari ini dan segera bersiap siap berangkat ke kampus.
Kelasku hari ini dekat dengan lapangan basket, jadi aku segera berjalan ke gerbang samping tempat lapangan basket berada. "Wow, tumben. Disini sepi sekali" memang hari ini sepi. Perasaanku mulai tidak enak, jadi aku cepat cepat berjalan melewati lapangan basket. Tapi di ekor mataku, aku bisa melihat ada seorang anak laki laki yg tinggi, kekar di seberang lapangan basket. Aku segera mempercepat langkah.
-Skip pelajaran-
Akhirnya, waktunya pulang. Hal yang paling kunanti seharian ini hanyalah pulang. Entah kenapa.
Sesegera mungkin aku berjalan ke apartemen ku yg hanya berjarak 500meter dari kampus. Tetapi waktu aku keluar dari gerbang kampus ada seorang laki laki yang tinggi, kekar menghampiriku. Aku seperti pernah melihatnya.
"Hai, anna kan?" Sapanya. Wow aku kaget dia bisa mengerti namaku. "Em, iya. Kau siapa?" "Aku Hunter. Ayo mari kuantar pulang, tempat tinggalmu pasti tidak jauh dari sini" "umm, ya memang. Apartemenku berjarak 500 meter dari sini" tanpa perasaan apapun, aku mengiyakan ajakan si pria asing ini.
Sekitar 200 meter lagi dari apartemenku tiba tiba si Hunter ini menarikku ke arah yang berlawanan dari apartemenku. Aku berusaha berontak, tapi ia membekap mulutku dan membawaku di punggungnya. Tiba tiba ia berlari. Cepat sekali, bagaikan kilat. Rasanya sejuk di pundaknya, angin menerpa wajahku. Tiba tiba ia berhenti di suatu gudang tua yg kumuh dan kotor. "Anna, tidakkah kau ingat aku?" Pertanyaan yg aneh. Karena kalau aku pernah melihatnya aku pasti mengingatnya. Aku gampang sekali mengingat wajah orang. "Um, aku tidak ingat" "Aku Adam". Sesaat aku masih bingung. "Kau adam? Yang juara IPA beberapa waktu lalu kan?" "Ya Anna! Tak kusangka kau ingat aku." "Well, siapa yg tidak ingat? Kau pintar, jenius malah" sejenak adam tampak malu, dan gugup. "Anna, aku kesini hanya untuk memberitahumu bahwa...." "bahwa apa adam?" "Aku suka padamu anna, sejak aku melihatmu di kas matematika waktu itu" untung saja gudang ini gelap, kalau tidak ia pasti melihat wajahku memerah seperti kepiting rebus. Tiba tiba adam mendekatkan wajahnya ke leherku dan tiba tiba gelap. Dan yg kurasakan hanya panas. Rasa panas. Semakin panas. Pernah aku secara tidak sengaja menyentuh oven yg sedang memanggang dan rasanya panas sekali. Dan rasa panas yg ini seribu kali lebih panas daripada oven. Aku mungkin ingin menukar rasa panas yg ini dengan rasa panas oven itu 10 kali. Dan itu hal terakhir yg kuingat 

To be continued
-H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar